Monday, December 8, 2014

Makalah Kerajaan Kalingga

MAKALAH SEJARAH WAJIB
KERAJAAN KALINGGA ATAU HOLING



KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami  panjatkan  ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,   berkat rahmat beserta hidayah-Nya  kami dapat menyelesaikan  makalah yang  berjudul “Kerajaan Holing” ini.
Makalah ini dibuat dengan maksud dan tujuan agar para pembaca mengetahui secara jelas tentang Kerajaan Holing / Kalingga, sejarah, kebudayaan, sistem pemerintahan dan segala seluk beluk dalam kerajaan ini. Terimakasih kami  ucapkan kepada semua pihak yang turut membantu serta mendukung kami dalam proses pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami  senantiasa mengharapkan kritik dan saran  yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar khususnya dalam mata pelajaran sejarah.


Jombang, 24 November 2014

Penyusun
                  


DAFTAR ISI
Cover Makalah...................................................................................................  1
Kata Pengantar.................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................. 3
BAB I
1.      Pendahuluan                                                                                                
1.1. Latar Belakang.................................................................................    4
1.2. Rumusan Masalah...........................................................................     4
1.3. Tujuan..............................................................................................    4
1.4. Metode Penulisan............................................................................    4
BAB II
2.      Pembahasan                                                                                                 
2.1. Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga.....................................................    5
2.2. Informasi Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga
2.2.1.      Kisah Lokal.......................................................................... 5
2.2.2.      Cerita Parahyangan.............................................................. 6
2.2.3.      Berita China......................................................................... 7
2.2.4.      Prasasti Tukmas...................................................................  8
2.2.5.      Prasasti Sojomerto................................................................ 8
2.2.6.      Candi Angin......................................................................... 8
2.2.7.      Candi Bubrah........................................................................ 8
2.3. Kehidupan Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga
2.3.1.      Ekonomi............................................................................... 9
2.3.2.      Sosial.................................................................................... 9
2.3.3.      Agama.................................................................................. 9
2.3.4.      Budaya................................................................................ 10
BAB III
3.      Penutup
3.1. Kesimpulan...................................................................................... 11
3.2. Saran................................................................................................ 11
Daftar Pustaka.................................................................................................... 12



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
       Mengingat sedikitnya bahasan tentang kerajaan Holing. Kami mencoba untuk mengulas materi ini dengan sumber-sumber yang kami peroleh dari beberapa yang jumlahnya sangat terbatas baik kualitas maupun kuantitas.
       Dangan hasil makalah yang kami tulis, kami berharap para pembaca dapat memperoleh banyak informasi tentang kerajaan Holing (Kalingga) ini.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Di manakah letak kerajaan holing?
2.      Bagaimanakah situasi dalam kerajaan Holing?
3.      Bagaimanakah sejarah tentang adanya kerajaan Holing?
4.      Bagaimanakah sistem pemerintahan, sosial dan perekonomian dalam kerajaan Holing?

1.3. Tujuan
1.      Mengetahui tentang seluk beluk kerajaan Holing.
2.      Mengetahui letak kerajaan Holing.
3.      Mengetahui sistem pemerintahan, perekonomian dan kesosialan dalam kerajaan Holing.
4.      Mengetahui sejarah adanya kerajaan Holing.
1.4   Metode Penulisan
Metode yang di gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan melakukan  browsing atau mencari di internet dari berbagai web sebagai bahan dari pembuatan makalah ini.


2.4   
BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Kerajaan Holing atau Kalingga
Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber Tiongkok) adalah sebuah kerajaanbercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang.
Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah setempat, dan naskah Carita Parahyangan yang disusun berabad-abad. Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri akan dipotong tangannya.
2.2   Informasi Kerajaan Holing atau Kalingga
2.2.1.        Kisah Lokal
Kisah legenda ini bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur dan menindak keras kejahatan pencurian. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Suatu ketika seorang raja dari seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat kerajaan Kalingga yang terkenal jujur dan taat hukum. Untuk mengujinya ia meletakkan sekantung uang emas di persimpangan jalan dekat pasar. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya. Hingga 3 tahun kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota dengan kakinya. Ratu Shima menghukum mati kepada putranya. Dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan putranya. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan miliknya, maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya.
2.2.2.      Cerita Parahyangan
Berdasarkan naskah Cerita Parahyangan yang berasal dari abad ke-16, putri Maharani ShimaParwati, menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang bernama Mandiminyak yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari Kerajaan Galuh, yaitu Brantasenawa. Sanaha dan Bratasenawa memiliki anak yang bernama Sanjaya yang kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732 M).
Setelah Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram, dan kemudian mendirikan Dinasti/Wangsa Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.
Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya kepada putranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara puteri Dewasinga, Raja Kalingga Selatan atau Bumi Sambara, dan memiliki putra yaitu Rakai Panangkaran.
Pada abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling atau Kalingga yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah. Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan catatan dari negeri Cina. Pada tahun 752, Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu, bersama Malayu dan Tarumanagarayang sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha.




2.2.3.      Berita China
Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan catatan I-Tsing. Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram.
·         Catatan Dinasti Tang
Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M - 906 M) memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut.
·         Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan. Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja), di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali) dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera.
·         Ibukota Ho-ling dikelilingi oleh tembok yang terbuat dari tonggak kayu.
·         Raja tinggal di suatu bangunan besar bertingkat, beratap daun palem, dan singgasananya terbuat dari gading.
·         Penduduk Kerajaan Ho-ling sudah pandai membuat minuman keras dari bungakelapa
·         Daerah Ho-ling menghasilkan kulit penyuemasperak, cula badak dan gading gajah.
·         Catatang I-Tsing
Catatan I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7       tanah Jawa telah menjadi salah satu pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana. Di Ho-ling ada pendeta Cina bernama Hwining, yang menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha ke dalam Bahasa Cina. Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu antara lain memuat cerita tentang Nirwana, tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana.



2.2.4.      Prasasti Tukmas
Prasasti Tukmas ditemukan di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Magelang di Jawa Tengah. Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang berbahasa Sanskerta. Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan denganSungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisulakendikapak,kelasangkacakra dan bunga teratai yang merupakan lambang keeratan hubungan manusiadengan dewa-dewa Hindu.
2.2.5.      Prasasti Sojomerto
Prasasti Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan RebanKabupaten Batang, Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan berbahasa Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7 masehi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof. Drs. Boechari berpendapat bahwa tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
2.2.6.      Candi Angin
Candi Angin ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan KelingKabupaten Jepara, Jawa Tengah.

2.2.7.      Candi Bubrah
Candi Bubrah ditemukan di Desa Tempur, Kecamatan KelingKabupaten Jepara, Jawa Tengah.



2.3  Kehidupan Kerajaan Ho-ling atau Kalingga Ditinjau dari Berbagai Bidang
2.3.1.      Kehidupan Ekonominya
Perdagangan dan pelayaran karena letak kerajaan di semenanjung melayu. Jadi perdagangan sangat lah lancar dan terkendali selain Ratu Shima yang sangat lah disiplin dan berwibawa perekonomiannya juga perjualan dengan lancar begitu juga dengan pelayarannya selain perdagangannya yang amat maju juga pelayaran disana sebagai alat transportasi yang mudah juga cepat. Hal ini yang mendukung perkembangannya ekonomi di kerjaan Holing. Selain perekonomian yang maju dan trnsportasi yang medukung dan pusat pedangan dan pusat transaksi perdagangan mereka ada dipasar itu adalah jantung perdagangan utama di kerajaan holing sejak pemimpin kerajaan Ratu Shima perdagangan , transportasi dan pemerintahan yang bagus itu mengakibatkan terjadinya hubungan perdagangan antar negara lain. Hal ini membuktikan bahwa perkembangan kerajaan Holing sangat amat berkembang dengan pesat.
2.3.2.      Kehidupan Sosial
Karena Ratu Shima yang sangat keras ia langsung sekaligus membanggun lembaga masyarakat yang sudah jelas fungsi dan tugasnya Ratu Shima mendirikan lembaga masyarakat ini untuk membantu dirinnya dalam mengatasi rakyatnya selain. Lembagayang sudah terbentuk Ratu Shima yang sudah memberlakukan sistem perundang-undangan. Beliau telah membuat dan menyusun perundang-undang yang sempurnadengan dibantu lembaga masyarakat hadirnya sistem perundang-undangnya tersebut berjalan dengan baik.
2.3.3.      Kebudayaan Keagamaann
Kebudayaan agamanya mayoritas masyarakat Ratu Shima memeluk agama Buddha karena agama Buddha pertama kali masuk di Indonesia jadi agama itulah yang di anut oleh Ratu Shima dan para masyarakatnya.



2.3.4.      Kehidupan Budayanya
Mayoritas masyarakatnya memeluk agama Buddha begitu juga dengankebudayaanya banyak di pengaruhi oleh budaya India. Selain agamanya Buddhakebudayaanya yang lekat dan kental banyak tercampur dan terpengaruh dengan kebudayaan orang India hal ini juga berpengaruh pada Ratu Shima. Ratu Shima jugamenerima dengan baik kebudayaan India masuk di kerajaan Holing.



BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dalam berita-berita dari Cina dari jaman pemerintahan raja-raja tang (681-906) ada di sebut nama kerajaan Kalingga atau Holing. Letaknya di Jawa Tengah. Tanahnya sangat kaya dan disitu ada pula sumber air asin. Rakyatnya hidup makmur dan tentram. Berita lain yang berasal dari pendeta Buddha, I-tsing menyatakan bahwa dalam tahun 664 M telah datang pendeta yang bernama Hwi-ning di Holing dan tinggal di sana selama tiga tahun. Dengan bantuan pendeta Holing Jnanabhadra, ia menterjemahkan berbagai kitab agama Buddha Hinayana.
Sejak tahun 674 kerajaan Kalingga di perintah oleh seorang raja perempuan bernama Shima. Pemerintahannya sangat keras, tetapi berdasarkan kejujuran mutlak. Tidak ada seorang pun yang berani melanggar hak dan kewajiban masing-masing. Di ceritakan bahwa sang raja sengaja meletakkan kantong berisi emas di tengah jalan, dan tak ada oranag yang mempunyai pikiran untuk mengambilnya, sampai tiga tahun kemudian putra mahkota secara kebetulan menyentuhnya dengan kakinya, dan ia mendapat hukuman dengan kakinya yang dipotong.
3.3. Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Untuk saran bisa berisi kritikan atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah dijelaskan.





DAFTAR PUSTAKA

Id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_kalingga

Sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-kalingga.html







0 comments:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com