KERAJAAN KALINGGA ATAU
HOLING
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat beserta
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Kerajaan Holing” ini.
Makalah ini dibuat
dengan maksud dan tujuan agar para pembaca mengetahui secara jelas tentang
Kerajaan Holing / Kalingga, sejarah, kebudayaan, sistem pemerintahan dan segala
seluk beluk dalam kerajaan ini. Terimakasih kami ucapkan kepada
semua pihak yang turut membantu serta mendukung kami dalam proses pembuatan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih sangat sederhana dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
kami senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat
memberikan kontribusi positif dan bermakna dalam proses belajar khususnya dalam
mata pelajaran sejarah.
Jombang, 24 November 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Cover Makalah................................................................................................... 1
Kata Pengantar.................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................. 3
BAB I
1.
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang................................................................................. 4
1.2. Rumusan Masalah........................................................................... 4
1.3. Tujuan.............................................................................................. 4
1.4. Metode Penulisan............................................................................ 4
BAB II
2.
Pembahasan
2.1. Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga..................................................... 5
2.2. Informasi Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga
2.2.1.
Kisah Lokal.......................................................................... 5
2.2.2.
Cerita Parahyangan.............................................................. 6
2.2.3.
Berita China......................................................................... 7
2.2.5.
Prasasti Sojomerto................................................................ 8
2.2.6.
Candi Angin......................................................................... 8
2.2.7.
Candi Bubrah........................................................................ 8
2.3. Kehidupan Kerajaan Ho-Ling atau Kalingga
2.3.1.
Ekonomi............................................................................... 9
2.3.2.
Sosial.................................................................................... 9
2.3.3.
Agama.................................................................................. 9
2.3.4.
Budaya................................................................................ 10
BAB III
3.
Penutup
3.1. Kesimpulan...................................................................................... 11
3.2. Saran................................................................................................ 11
Daftar
Pustaka.................................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Mengingat
sedikitnya bahasan tentang kerajaan Holing. Kami mencoba untuk mengulas materi
ini dengan sumber-sumber yang kami peroleh dari beberapa yang jumlahnya sangat
terbatas baik kualitas maupun kuantitas.
Dangan
hasil makalah yang kami tulis, kami berharap para pembaca dapat memperoleh
banyak informasi tentang kerajaan Holing (Kalingga) ini.
1.2. Rumusan Masalah
1. Di manakah letak
kerajaan holing?
2. Bagaimanakah situasi
dalam kerajaan Holing?
3. Bagaimanakah sejarah
tentang adanya kerajaan Holing?
4. Bagaimanakah sistem
pemerintahan, sosial dan perekonomian dalam kerajaan Holing?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui tentang seluk
beluk kerajaan Holing.
2. Mengetahui letak
kerajaan Holing.
3. Mengetahui sistem
pemerintahan, perekonomian dan kesosialan dalam kerajaan Holing.
4. Mengetahui sejarah
adanya kerajaan Holing.
1.4
Metode Penulisan
Metode yang di gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah
dengan melakukan browsing atau
mencari di internet dari berbagai web sebagai bahan dari pembuatan
makalah ini.
2.4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kerajaan Holing atau
Kalingga
Kalingga atau Ho-ling (sebutan dari sumber
Tiongkok) adalah sebuah kerajaanbercorak Hindu yang muncul di Jawa Tengah sekitar abad
ke-6 masehi. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di
suatu tempat antara Kabupaten
Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang.
Sumber sejarah kerajaan ini masih belum jelas
dan kabur, kebanyakan diperoleh dari sumber catatan China, tradisi kisah
setempat, dan naskah Carita
Parahyangan yang disusun berabad-abad. Kalingga
telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari
sumber-sumber Tiongkok.
Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima yang dikenal memiliki peraturan barang siapa
yang mencuri akan dipotong tangannya.
2.2 Informasi Kerajaan Holing atau Kalingga
2.2.1.
Kisah Lokal
Kisah legenda ini
bercerita mengenai Ratu Shima yang mendidik rakyatnya agar selalu berlaku jujur
dan menindak keras kejahatan pencurian. Ia menerapkan hukuman yang keras yaitu
pemotongan tangan bagi siapa saja yang mencuri. Suatu ketika seorang raja dari
seberang lautan mendengar mengenai kemashuran rakyat kerajaan Kalingga yang
terkenal jujur dan taat hukum. Untuk mengujinya ia meletakkan sekantung uang
emas di persimpangan jalan dekat pasar. Tak ada sorang pun rakyat Kalingga yang
berani menyentuh apalagi mengambil barang yang bukan miliknya. Hingga 3 tahun
kemudian kantung itu disentuh oleh putra mahkota dengan kakinya. Ratu Shima menghukum
mati kepada putranya. Dewan menteri memohon agar Ratu mengampuni kesalahan
putranya. Karena kaki sang pangeranlah yang menyentuh barang yang bukan
miliknya, maka sang pangeran dijatuhi hukuman dipotong kakinya.
2.2.2.
Cerita Parahyangan
Berdasarkan
naskah Cerita
Parahyangan yang berasal dari abad ke-16, putri
Maharani Shima, Parwati,
menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang
bernama Mandiminyak yang kemudian menjadi raja
kedua dari Kerajaan Galuh. Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha yang menikah dengan raja ketiga dari
Kerajaan Galuh, yaitu Brantasenawa. Sanaha dan Bratasenawa memiliki
anak yang bernama Sanjaya yang
kelak menjadi raja Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh (723-732
M).
Setelah
Maharani Shima meninggal di tahun 732 M, Sanjaya menggantikan buyutnya dan
menjadi raja Kerajaan Kalingga Utara yang kemudian disebut Bumi Mataram, dan kemudian mendirikan
Dinasti/Wangsa
Sanjaya di Kerajaan Mataram Kuno.
Kekuasaan di Jawa Barat diserahkannya
kepada putranya dari Tejakencana, yaitu Tamperan
Barmawijaya alias Rakeyan Panaraban. Kemudian Raja Sanjaya menikahi Sudiwara
puteri Dewasinga, Raja Kalingga Selatan
atau Bumi Sambara, dan memiliki putra
yaitu Rakai
Panangkaran.
Pada
abad ke-5 muncul Kerajaan Ho-ling atau Kalingga
yang diperkirakan terletak di utara Jawa Tengah.
Keterangan tentang Kerajaan Ho-ling didapat dari prasasti dan
catatan dari negeri Cina.
Pada tahun 752, Kerajaan Ho-ling menjadi wilayah taklukan Sriwijaya dikarenakan
kerajaan ini menjadi bagian jaringan perdagangan Hindu, bersama Malayu dan Tarumanagarayang
sebelumnya telah ditaklukan Sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing
kuat jaringan perdagangan Sriwijaya-Buddha.
2.2.3.
Berita
China
Berita keberadaan Ho-ling juga dapat diperoleh
dari berita yang berasal dari zaman Dinasti Tang dan
catatan I-Tsing.
Catatan dari berita Cina ini juga menyebutkan bahwa sejak tahun 674, rakyat Ho-ling diperintah oleh Ratu Hsi-mo (Shima). Ia adalah seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana. Pada
masa pemerintahannya Kerajaan Ho-ling sangat aman dan tentram.
·
Catatan
Dinasti Tang
Cerita Cina pada zaman Dinasti Tang (618 M - 906 M)
memberikan tentang keterangan Ho-ling sebagai berikut.
·
Ho-ling atau disebut Jawa terletak di Lautan Selatan.
Di sebelah utaranya terletak Ta Hen La (Kamboja),
di sebelah timurnya terletak Po-Li (Pulau Bali)
dan di sebelah barat terletak Pulau Sumatera.
·
Raja tinggal
di suatu bangunan besar
bertingkat, beratap daun palem, dan singgasananya terbuat
dari gading.
·
Catatang
I-Tsing
Catatan
I-Tsing (tahun 664/665 M) menyebutkan bahwa pada abad ke-7 tanah Jawa telah menjadi salah satu
pusat pengetahuan agama Buddha Hinayana.
Di Ho-ling ada pendeta Cina
bernama Hwining, yang menerjemahkan salah
satu kitab agama Buddha ke
dalam Bahasa Cina.
Ia bekerjasama dengan pendeta Jawa bernama Janabadra. Kitab terjemahan itu
antara lain memuat cerita tentang Nirwana,
tetapi cerita ini berbeda dengan cerita Nirwana dalam agama Buddha Hinayana.
2.2.4.
Prasasti
Tukmas
Prasasti Tukmas ditemukan
di ditemukan di lereng barat Gunung Merapi,
tepatnya di Dusun Dakawu, Desa Lebak,
Kecamatan Grabag,
Magelang di Jawa Tengah.
Prasasti bertuliskan huruf Pallawa yang
berbahasa Sanskerta.
Prasasti menyebutkan tentang mata air yang bersih dan jernih. Sungai yang mengalir dari sumber air tersebut disamakan denganSungai Gangga di India. Pada prasasti itu ada gambar-gambar seperti trisula, kendi, kapak,kelasangka, cakra dan bunga teratai yang merupakan
lambang keeratan hubungan manusiadengan dewa-dewa Hindu.
2.2.5.
Prasasti
Sojomerto
Prasasti
Sojomerto ditemukan di Desa Sojomerto,
Kecamatan Reban, Kabupaten Batang,
Jawa Tengah. Prasasti ini beraksara Kawi dan
berbahasa
Melayu Kuna dan berasal dari sekitar abad ke-7
masehi. Prasasti ini bersifat keagamaan Siwais. Isi prasasti memuat keluarga
dari tokoh utamanya, Dapunta Selendra, yaitu ayahnya bernama
Santanu, ibunya bernama Bhadrawati, sedangkan istrinya bernama Sampula. Prof.
Drs. Boechari berpendapat bahwa
tokoh yang bernama Dapunta Selendra adalah cikal-bakal raja-raja
keturunan Wangsa
Sailendra yang berkuasa di Kerajaan Mataram Hindu.
2.2.6.
Candi
Angin
2.2.7.
Candi
Bubrah
2.3 Kehidupan Kerajaan Ho-ling atau Kalingga
Ditinjau dari Berbagai Bidang
2.3.1.
Kehidupan Ekonominya
Perdagangan
dan pelayaran karena letak kerajaan di semenanjung melayu. Jadi perdagangan
sangat lah lancar dan terkendali selain Ratu Shima yang sangat lah
disiplin dan berwibawa perekonomiannya juga perjualan dengan lancar begitu
juga dengan pelayarannya selain perdagangannya yang amat maju juga pelayaran
disana sebagai alat transportasi yang mudah juga cepat. Hal ini yang
mendukung perkembangannya ekonomi di kerjaan Holing. Selain
perekonomian yang maju dan trnsportasi yang medukung dan pusat pedangan dan
pusat transaksi perdagangan mereka ada dipasar itu adalah
jantung perdagangan utama di kerajaan holing sejak pemimpin
kerajaan Ratu Shima perdagangan , transportasi dan pemerintahan yang
bagus itu mengakibatkan terjadinya hubungan perdagangan antar negara lain.
Hal ini membuktikan bahwa perkembangan kerajaan Holing sangat amat
berkembang dengan pesat.
2.3.2.
Kehidupan Sosial
Karena Ratu Shima yang
sangat keras ia langsung sekaligus membanggun lembaga masyarakat yang sudah
jelas fungsi dan tugasnya Ratu Shima mendirikan lembaga masyarakat ini untuk
membantu dirinnya dalam mengatasi rakyatnya selain. Lembagayang sudah terbentuk Ratu Shima
yang sudah memberlakukan sistem perundang-undangan. Beliau telah membuat
dan menyusun perundang-undang yang sempurnadengan dibantu lembaga masyarakat
hadirnya sistem perundang-undangnya tersebut berjalan dengan baik.
2.3.3.
Kebudayaan Keagamaann
Kebudayaan agamanya
mayoritas masyarakat Ratu Shima memeluk agama Buddha karena agama Buddha
pertama kali masuk di Indonesia jadi agama itulah yang di anut oleh Ratu Shima
dan para masyarakatnya.
2.3.4.
Kehidupan Budayanya
Mayoritas masyarakatnya
memeluk agama Buddha begitu juga dengankebudayaanya banyak di pengaruhi
oleh budaya India. Selain agamanya Buddhakebudayaanya yang lekat dan
kental banyak tercampur dan terpengaruh dengan kebudayaan
orang India hal ini juga berpengaruh pada Ratu Shima. Ratu Shima
jugamenerima dengan baik kebudayaan India masuk di kerajaan Holing.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dalam berita-berita dari Cina dari jaman pemerintahan raja-raja
tang (681-906) ada di sebut nama kerajaan Kalingga atau Holing. Letaknya di
Jawa Tengah. Tanahnya sangat kaya dan disitu ada pula sumber air asin.
Rakyatnya hidup makmur dan tentram. Berita lain yang berasal dari pendeta
Buddha, I-tsing menyatakan bahwa dalam tahun 664 M telah datang pendeta yang
bernama Hwi-ning di Holing dan tinggal di sana selama tiga tahun. Dengan
bantuan pendeta Holing Jnanabhadra, ia menterjemahkan berbagai kitab agama
Buddha Hinayana.
Sejak tahun 674 kerajaan Kalingga di perintah oleh seorang raja
perempuan bernama Shima. Pemerintahannya sangat keras, tetapi berdasarkan
kejujuran mutlak. Tidak ada seorang pun yang berani melanggar hak dan kewajiban
masing-masing. Di ceritakan bahwa sang raja sengaja meletakkan kantong berisi
emas di tengah jalan, dan tak ada oranag yang mempunyai pikiran untuk
mengambilnya, sampai tiga tahun kemudian putra mahkota secara kebetulan
menyentuhnya dengan kakinya, dan ia mendapat hukuman dengan kakinya yang
dipotong.
3.3. Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh
dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan detail dalam
menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber – sumber yang lebih banyak
yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan. Untuk saran bisa berisi kritikan
atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan
dari bahasan makalah yang telah dijelaskan.
DAFTAR PUSTAKA
Id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_kalingga
Sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-kalingga.html







0 comments:
Post a Comment