Wednesday, December 10, 2014

Artikel Lari

LARI


LARI JARAK PENDEK
Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 - 400 m. Oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus, lancar dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. Tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.
Start (awalan) dari lari jarak pendek yaitu:
Aba-aba ”bersedia”
Aba-aba “siap”
Aba-aba “ya”
Menurut IAAF (International Amateur Atletik Federation)
Peraturan Perlombaan
1. Aba – aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah : “ bersedia”, “siap” dan “ ya” atau bunyi pistol.
2. Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba – aba “ ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
3. Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan)
4. Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan 4 tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semi final, dan babak final.
5. Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II tiap heat berhak maju ke babak berikutnya.
Diskualifikasi
1. Melakukan kesalahan start lebih dari 3 kali
2. Memasuki lintasan pelari lain
3. Mengganggu pelari lain
4. Keluar dari lintasan
5. Terbukti memakai obat perangsang
Petugas atau Juri
1. Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan perlari
2. Recall Starter yaitu petugas yang mengecek atau mengabsen para pelari
3. Timer yaitu petugas pencatat waktu
4. Pengawas lintasan yaitu petugas yang berdiri pada tempat tertentu dan bertugas mengawasi pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran
5. Juri kedatangan yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama sampai dengan terakhir dan menentukan ranking / urutan kejuaraan
6. Juri pencatat hasil yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish

Panjang Lintasan Dalam Lari Jarak Pendek
1. 50 Meter
2. 55 Meter
3. 60 Meter
4. 100 Meter
5. 150 Meter
6. 200 Meter
7. 300 Meter
8. 400 Meter
9. 500 Meter

LARI JARAK MENENGAH

Gerakan lari jarak menengah (800 m, 1500 m, 3000 m) sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek (sprint). Perbedaannya terutama pada cara kaki menapak.
Pada lari jarak menengah, kaki menapak pada ujung tumit kaki dan menolak dengan ujung kaki. Sedangkan lari jarak pendek, menapak dengan ujung-ujung kaki, tumit sedikit sekali menyentuh tanah. Di samping itu, lari jarak menengah dilakukan dengan gerakan-gerakan lebih ekonomis untuk menghemat tenaga.
Teknik dalam lari jarak menengah:
1. Aba– aba “bersedia”
Pada waktu aba-aba “bersedia”, pelari maju ke depan dengan menempatkan salah satu kakinya di belakang garis start (kaki kiri) dengan lutut agak dibengkokkan, kaki yang lain (kaki kanan) di belakang lurus. Badan condong ke depan, berat badan berada pada kaki kiri. Kedua lengan tergantung lemas dengan siku sedikit agak dibengkokkan berada di dekat badan. Pandangan ke depan dengan leher dalam keadaan lemas.
2. Aba – aba “bersedia”
Mengambil sikap kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang, tidak menginjak garis start, badan condong ke depan.
3. Aba – aba “ya”
Pada waktu aba-aba “ya” atau bila pada perlombaan mendengar bunyi tembakan pistol start, maka pelari berlari secepat-cepatnya dengan menolakkan dan melangkahkan kaki kanan ke depan, bersamaan dengan mengayunkan tangan kiri ke depan dan tangan kanan ke belakang.
Teknik gerakan saat lari:
1. Posisi kepala dan badan tidak terlalu condong, sikap badan seperti sikap orang berlari.
2. Sudut lengan antara 100 – 110 derajat
3. Pendaratan pada tumit dan menolak dengan ujung kaki.
4. Ayunkan kedua lengan untuk mengimbangi gerak kaki.
5. Mengayunkan lutut kedepan tidak setinggi pinggul.
6. Pada waktu menggerakkan tungkai bawah dari belakang ke depan tidak terlalu tinggi.
Teknik memasuki garis finish:
1. Jangan mengurangi kecepatan.
2. Masuk garis finish dengan togok terlebih dahulu.
3. Setelah melewati garis finish kira-kira 5 meter, lalu berusaha menghentikan langkah.
Peraturan Perlombaan:
1. Menapakkan pada ujung kaki tumit dan menolak dengan ujung kaki.
2. Start dilakukan dengan berdiri.

LARI JARAK JAUH

Lari jarak jauh (Marathon) adalah cabang atletik yaitu lari jarak jauh sepanjang 42,195 meter (26 mil dan 385 yard). Lari jarak jauh (Marathon) merupakan cabang atletik tertua dalam sejarah Olimpiade kuno. Acara lari jarak jauh (Marathon)  dimulai pada tahun 490 SM, ketika seorang prajurit Yunani berlari membawa berita kemenangan dari peperangan Marathon ke Athena, yang mana jaraknya sejauh 26 mil, yaitu bersamaan 41.8 kilometer. Lari jarak jauh dilakukan dalam lintasan stadion jarak 3000m, ke atas, 5000m, 10.000m.
Teknik start (awalan) berdiri:
1. Persiapan untuk melakukan start menggunakan hitungan 1 (satu). Berdiri sikap melangkah menghadap arah gerakan. Kedua lutut direndahkan dan pandangan ke depan.
2. Memindahkan berat badan pada kaki depan pada hitungan 2 (dua). Berat badan dibawa ke depan, kedua lengan siap seperti gerakan berlari.
3. Mengayun kaki belakang ke depan dan menolakkan kaki depan, pada hitungan 3 (tiga). Ayunkan kaki belakang ke depan dengan lutut tertekuk dan kaki depan menolak ke tanah.
Teknik yang perlu diketahui dalam lari jarak jauh
1. Berlari dengan irama konstan dengan langkah menghemat tenaga.
2. Pertahankan agar badan berada dalam posisi tegak.
3. Mengayun kedua tangan dengan rileks.
4. Daya tahan umum dan daya tahan kecepatan.
Peraturan Perlombaan:
1. Jika jalur yang akan ditempuh pelari merupakan alam terbuka atau ladang, harus diperhatikan dan dijaga supaya tak ada lintasan yang memungkinkan sang atlit bisa memotong jalan.
2. Ketika membuat zona lintasan, seyogyanya harus menghindari area yang bisa membahayakan si atlit seperti jurang terjal, semak belukar yang banyak bintang buas, dsb.
3. Pasanglah tanda penunjuk arah untuk dijadikan pemandu bagi para atlit, dan di kiri dan kanan dibuatkan pembatas lintasan.
4. Sebelum melakukan start, jalur perlombaan tersebut harus diumumkan terlebih dahulu kepada para peserta lomba supaya mereka bisa mendapatkan gambaran area yang akan mereka lalui.
Asosiasi olahraga lari jarak jauh (IAAF) membagai perlombaan dalam kategori umur sebagai berikut:
1. Pemula untuk usia antara 13-14 tahun.
2. Junior III untuk rentang usia antara 15-18 tahun.
3. Junior II untuk rentang usia antara 17-18 tahun.
4. Junior I untuk rentang usia dibawah 20 tahun.
5. Veteran puteri untuk usia diatas 35 tahun.
6. Veteran putera untuk rentang usia diatas 40 tahun.
Jarak lomba ditentukan sebagai berikut:
1. Untuk jarak 4 km diperuntukkan bagi atlit puteri yunior.
2. Untuk jarak 8 km diperuntukkan bagi atlit putera yunior.
3. Untuk jarak 6 km diperuntukkan bagi atlit puteri dewasa.
4. Untuk jarak 12 km diperuntukkan bagi atlit putera dewasa.


LARI ESTAFET


Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Lari ini dilakukan bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start sampai ke garis finish. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua, ketiga, dan pelari yang keempat menggunakan start melayang. Jarak lari bersambung yang sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 x 100 meter atau 4 x 400 meter.
Peraturan Lari Estafet :
- Dalam jarak tempuh 4 x 100 meter, pelari tidak diperbolehkan untuk menjatuhkan tongkat estafet.
- Dalam jarak tempuh 4 x 400 meter. Karena jarak tempuh yang lebih jauh, maka peraturannya pun lebih ringan. Peserta lari boleh menjatuhkan dan mengambil kembali tongkat estafet yang terjatuh.
Ukuran Tongkat Estafet
• Panjang tongkat : 29 – 30 cm
• Diameter tongkat : 3,81 cm (dewasa) dan 2,54 cm (anak-anak)
• Berat tongkat : 50 gr
Cara memegang tongkat
Estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.


Teknik Pergantian Tongkat Estafet
a. Teknik penerimaan tongkat dengan cara melihat (visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya. Penerimaan tongkat dengan cara melihat biasanya dilakukan pada nomor 4 x 400 meter.
b. Teknik penerimaan tongkat dengan cara tidak melihat (non visual)
Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari tanpa melihat tongkat yang akan diterimanya. Cara penerimaan tongkat tanpa melihat biasanya digunakan dalam lari estafet 4 x 100 meter.
Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat Estafet
a. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari bawah
Teknik ini dilakukan dengan cara pelari membawa tongkat dengan tangan kiri. Sambil berlari atlet akan memberikan tongkat tersebut dengan tangan kiri.
b. Teknik pemberian dan penerimaan tongkat estafet dari atas
Teknik ini dilakukan dengan cara mengayunkan tangan dari belakang ke depan, kemudian dengan segera meletakan tongkat dari atas pada telapak tangan penerima.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet
a. Pemberian tongkat sebaiknya secara bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima atau memegang tongkat dengan tangan kiri atau sebaliknya.
b. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya, pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam tikungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
c. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat.
d. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.
Peraturan Perlombaan
a. Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambah 10 meter prazona. Prazona adalah suatu daerah di mana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi di sini tidak terjadi pergantian tongkat.
b. Setiap pelari harus tetap tinggal di jalur lintasan masing-masing meskipun sudah memberikan tongkatnya kepada pelari berikutnya. Apabila tongkat terjatuh, pelari yang menjatuhkannya harus mengambilnya.
c. Dalam lari estafet, pelari pertama berlari pada lintasannya masing-masing sampai tikungan pertama, kemudian boleh masuk ke lintasan dalam, pelari ketiga dan pelari keempat menunggu di daerah pergantian secara berurutan sesuai kedatangan pelari seregunya.




LARI HALANG RINTANG
Lari halang rintang 3000 m termasuk ke dalam lari jarak jauh melalui rintangan – rintangan. Pelari halang rintang harus mempunyai kecepatan seperti pelari 1500 m tetapi juga harus punya tahan seperti pelari 5000 dan harus mempunyai kemahiran untuk melewati rintangan – rintangan tersebut.
Rintangan itu ada 2 macam:
1. Rintangan Gawang



Cara seperti lari gawang biasa banyak digunakan oleh pelari – pelari yang memiliki kemahiran dalam lari gawang dan oleh – oleh pelari yang jangkung yang mudah dapat melangkahi rintangan gawang. Yang terpenting setelah melangkahi gawang sang pelari harus mampu menjaga keseimbangan untuk melanjutkan larinya. Sangat dianjurkan untuk menggunakan tumpuan kaki manapun.

2. Rintangan air dengan gawang di depannya (water jump)



a. Bertumpu dari titik setengah meter di muka gawang rintangan air. Lalu melompat ke atas depan, setelah kakinya menapak dia tas gawang pada ujung kaki.
b. Badan harus dibawa ke muka kaki, kaki yang bertumpu pada gawang harus menolak sekuatnya, kaki lainnya diayun ke depan sejauh – jauhnya, dan badan masih dalam sikap sedikit condong ke depan, sehingga menjadi gerakan melompat.
c. Pada saat melayang, tangan digunakan untuk menjaga keseimbangan badan dan kaki tumpu melakukan gerakan permulaan untuk persiapan melangkah waktu kaki ayun mendarat.
d. Mendarat dengan kaki ayun sejauh mungkin untuk mencapai ujung bak air da sedikit mungkin masuk ke dalam air. Kaki yang mendarat sedikit ditekuk dan badan tetap dalam keadaan sedikit condong ke depan, kaki lainnya diangkat untuk melangkah ke depan.

0 comments:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com