“Kerajaan
Majapahit”
Kata Pengantar
Assalamu
‘alaikum Wr. Wb
Puji
dan syukur kehadirat Allah SWT, yang mana atas berkat rahmat dan karunia-Nya
saya telah di bimbing dalam menuntaskan penulisan “MAKALAH KERAJAAN MAJAPAHIT” yang penulis susun
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Wajib. Tak lupa shalawat
dan salam semoga tetap tercurah pada Nabi akhir zaman Muhammad SAW, kepada
keluarga, para sahabat dan seluruh umatnya.
Penulis
mengakui dalam makalah yang sederhana ini mungkin banyak sekali terjadi
kekurangan sehingga hasilnya jauh dari nama kesempurnaan. Penulis sangat
berharap kepada semua pihak untuk kiranya memberikan kritik dan saran yang
bersifat membangun.
Besar
harapan penulis dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi bahan
tambahan bagi penilaian guru bidang studi Sejarah Wajib dan mudah-mudahan isi
dari makalah penulis ini dapat di ambil manfaatnya oleh semua pihak yang
membaca makalah ini. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak
yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah ini
terselesaikan.
“Tidak
ada gading yang tak retak”, dengan ini penulis memohon maaf yang
sebesar-besarnya karena masih begitu banyak kekurangan disana-sini dalam
penyusunan makalah ini.
Terima
Kasih
Jombang, 15
Nopember 2014
Penulis
Bab I
Pendahuluan
A.
Latar Belakang
Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia
yang berpusat di Jawa Timur danpernah berdiri dari sekitar tahun 1293
hingga 1500 M oleh Raden wijaya, tepatnya di daerah Trowulan yang sekarang
menjadi mojokerto. Berdirinya kerajaan majapahit merupakan kelanjutan dari
kerajaan singosari yang runtuh akibat serangan dari bangsa Mongol.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kekuasaan Hayam Wuruk yg
berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan
lain di semenanjung Malaya Borneo Sumatra Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit
adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yg menguasai Semenanjung Malaya dan
dianggap sebagai salah satu karajaan terbesar di Indonesia dan mampu
menciptakan perubahan besar dalam waktu relatif singkat. Kekuasaan terbentang
di Sumatra Semenanjung Malaya Borneo hingga Indonesia timur meskipun wilayah
kekuasaan masih diperdebatkan.
B.
Rumusan Masalah
Menimbulkan
pertanyaan diantaranya :
1.
Dimana letak Kerajaan Majapahit ?
2.
Bagaimana sistem pemerintahannya ?
3.
Siapa saja pemimpin kerajaannya ?
4.
Bagaimana dengan bidang politik
Majapahit ?
5.
Apa makna Sumpah Palapa ?
6.
Bagaimana aspek ekonomi Majapahit ?
7.
Apa yang melatar belakangi kejayaan
Kerajaan Majapahit ?
8.
Bagaimana aspek sosial Majapahit ?
9.
Mengapa rakyat dapat hidup tentram dan
damai ?
10. Bagaimana
aspek agama dan kebudayaan Majapahit ?
11. Apa
penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit ?
C.
Tujuan
Tujuan
penyusunan makalah ini adalah :
1.
Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran
Sejarah Wajib
2.
Mengetahui hal-hal mengenai Kerajaan
Majapahit
D.
Metode Penulisan
Metode penulisan
yang dipergunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan melakukan browsing
atau mencari dari internet.
Bab II
Pembahasan
A.
Letak
Kerajaan Majapahit
Disebelah
selatan Sungai Brantas dan berpusat di Mojokerto, Kecamatan Trowulan ini
Majapahit berdiri dengan megahnya. Kerajaan Majapahit sering disebut juga
kerajaan nasional kedua di Nusantara setelah Sriwijaya.
B.
Sistem
pemerintahan
1.
Raden
Wijaya(1293 M-1309 M)
Setelah
menjadi raja, Raden Wijaya bergelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Ia memerintah
lebih kurang selama 16 tahun. Untuk memperkuat kedudukannya, ia memperistri
keempat putri Kertanegara. Melalui pernikahan itu, Raden Wijaya menegaskan
bahwa tahta Majapahit merupakan kelanjutan Kerajaan Singasari. Dengan demikian,
wilayah kekuasaan Singasari menjadi wilayah kekuasaan Majapahit.
Masa
pemerintahan Raden Wijaya diisi dengan
berbagai pergolakan, berupa kemelut politik dan pemberontakan yang dilakukan
teman seperjuangannya dulu, yakni Ranggalawe, Sora, dan Nambi. Mereka tidak
puas terhadap jabatan yang diberikan raja kepada mereka. Pemberontakan dimulai
oleh Ranggalawe kemudian disusul oleh Sora. Meskipun dapat diatasi, kemelut
politik tidak kunjung berhenti sampai Raden Wijaya wafat.
2.
Kala
Gemet(1309 M-1328 M)
Pengganti
kertarajasa bergelar Sri Jayanegara ini memerintah selama lebih kurang 19
tahun. Kemelut politik yang terjadi sejak pemerintahan ayahnya terus berlanjut.
Sebagian besar pemberontakan muncul dari kalangan dharmaputra, pejabat
kerajaan yang seharusnya berkewajiban mempertahankan keutuhan Majapahit. Secara
berturut-turut meletus pemberontakan Juru Demung, Gajah Biru, Nambi, Semi, dan
Kuti.
Diantara
pemberontakan itu, pemberontakan Kuti nyaris mengulang tragedi Singasari. Istana
Majapahit dapat diduduki sehingga Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa
Bedander. Dalam kemelut itu, tampil seorang bekel bhayangkari (kepala
pasukan pengawal raja) bernama Gajah Mada untuk memadamkan pemberontakan Kuti.
Sejak saat itu, karir Gajah Mada terus meningkat
Masa
pemerintahan Jayanegara berakhir tragis. Ia tewas terbunuh oleh Tanca, salah
seorang dharmaputra. Meskipun demikian, tahta Kerajaan Majapahit dapat
diselamatkan.
3.
Tribhuwanottunggadewi(1328
M-1350 M)
Karena
Jayanegara tidak meninggalkan putra, hak tahta Kerajaan Majapahit berada pada
permaisuri Raden Wijaya. Yang masih hidup bernama Gayatri. Namun karena sudah
menjadi pertapa, tahta kerajaan diwakili putrinya Tribhuwanottunggadewi. Ia
memerintah hingga Gayatri meninggal. Setelah itu, tahta harus diserahkan kepada
putra Tribhuwanottunggadewi yang memerintah selama kurang lebih 22 tahun.
Kemelut politik masih muncul, antara lain pemberontakan Sadeng, namun berhasil
dipatahkan oleh Gajah Mada yang telah menjadi Patih Daha.
Atas usul
Patih Amang, Gajah Mada dilantik menjadi Patih Amangkubhumi, jabatan tertinggi
sesudah raja. Saat pelantikannya, Gajah Mada mengcapkan Sumpah Palapa yang
bertekad untuk tidak berhenti beristirahat sampai Nusantara dipersatukan di
bawa panji Majapahit.
Menjelang
akhir pemerintahan Tribhuwanottunggadewi, keadaan Majapahit aman dan sejahtera.
Bahkan, kerajaan ini sudah mulai menanamkan pengaruhnyadi luar Pulau Jawa.
Setelah Gayatri wafat, Tribhuwanottunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada
putranya Hayam Wuruk.
4.
Hayam
Wuruk(1350 M-1389 M)
Hayam Wuruk
naik tahta dengan bergelar Sri Rajasanegara. Ia memerintah Majapahit
seama 39 tahun. Ketika itu, jabatan patih amangkubhumi tetap dipegang Gajah
Mada. Keduanya menjadi dwitubggal yang membawa Majapahit menuju puncak
kebesaran, persatuan Nusantara selangkah demi selangkahdapat diwujudkan. Akan
tetapi, keberhasilan itu sempat dinodai oleh Peristiwa Bubat yang
menyebabkan tewasnya putri dan raja Pajajaran yang sempat meretakkan hubungan
raja dan patih amangkubhumi. Gajah Mada sempat mengundurkan diri setelah
peristiwa itu. Namun, kemudian ia aktif lagi dalam pemerintahan.
Akhir kejayaan
Majapahit diawali dengan wafatnya patih amangkubhumi pada tahun 1364 M. Tidak
ada lagi tokoh Majapahit setangguh Gajah Mada. Selama 3 tahun, jabatan
amangkubhumi lowong. Barulah kemudian Gajah Enggon diangkat menduduki jabatan
tersebut.
Majapahit
semakin suran dengan wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389 M. Selanjutnya,
kerajaan itu kembali diisi oleh kemelut politik berupa pemberontakan dan perang
saudara.
5.
Mikramawardhana (1389 M-1429 M)
6.
Suhita (1429 M-1447 M)
7.
Kertawijaya (1447 M-1451 M)
8.
Rajasarwardhana (1451 M-1453 M)
9.
Pyrwasisesa atau Girishawardhana (1456 M-1466 M)
10. Bhre Pandansalas atau
Suraprabhawa (1466 M-1468 M)
11. Bhre Kertabumi (1468 M-1478 M)
12. Girindrawardhana (1478 M-1498 M)
13. Patih Udara (1498 M-1518 M)
C.
Poltik
Awal Kerajaan
Majapahit tidak jauh berbeda dengan keraajaan pendahulunya, Singasari. Salah
satu usaha Raden Wijaya mengatasi kemelut politik adalah melakukan perkawinan
politis dengan keempat putri Kertanegara. Keempat putri itu melambangkan
wilayah jajahan Singasari, yakni Bali, Madura, Sumatra, dan Kalimantan.
Berarti, perkawinan tersebut merupakan pembenaran Majapahit atas wilayah
kekuasaan Singasari.
Setelah
beberapa kali mengalami pemberontakan, stabilitas politik lambat laun pulih di
bawah pemerintahan Tribhuwanottunggadewi. Kuatnya wibawa pemerintah tidak lepas
dari peran Gajah Mada, yang dalam waktu relatif singkat mampu menduduki posisi
paling strategis, yakni patih amangkubhumi. Bahkan, semasa kejayaan Majapahit,
Gajah Mada lebih banyak menentukan roda kebijakan pemerintah.
Terlontarnya
Sumpah Palapa oleh Gajah Mada tiada lain merupakan politik luar negeri
Majapahit yang menitikberatkan pada ekspansi. Politik tersebut dijalankan
dengan konsisten. Didukung oleh kekuatan militer dan keunggulan diplomasi, Majapahit
dapat meluaskan pengaruh hampir ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah Majapahit
memperluas pengaruh bukannya tanpa kelemahan.
D.
Ekonomi
Majapahit merupakan
kerajaan agraris dan juga sebagai kerajaan maritim. Kedudukan sebagai kerajaan
agraris tampak dari letaknya di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukan
sebagai kerajaan maritim tampak dari kesanggupan angkatan laut kerajaan itu
menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara. Dengan demikian, kehidupan
ekonoma Kerajaan Majapahit menitikberatkan pada bidang pertaniandan pelayaran
perdagangan. Keduanya saling menunjang dan melengkapi.
Perkembangannya ditentukan oleh faktor berikut :
ᴥ Dataran rendah di Pulau Jawa sangat cocok
sebagai lahan persawahan. Menyadari kondisi itu, pimpinan Majapahit menjadikan
penghasilan beras sebagai prioritas utama.
ᴥ Sejumlah pelabuhan di pantai utara Pulau
Jawa merupakan tempat yang strategis di tengah jalur perdagangan menuju
Kepulauan Maluku, penghasil rempah-rempah. Menyadari kondisi itu, pemerintah Majapahit
menjadikan pelabuhan-pelabuhan itu sebagai bandar transit rempah-rempah dan
komoditas unggul lainnya.
ᴥ Perbaikan dan pemeliharaan tanggul sepanjang
sungai untuk mencegah banjir yang dapat merugikan para petani.
ᴥ Pengaturan pemanfaatan lahan untuk sawah
atau ladang agar lahan tetap subur.
Upaya-upaya
dalam memajukan perdagangan :
ᴥ Perbaikan jalan dan jembatan sehingga lalu
lintas lancar dan perdagangan bertambah ramai
ᴥ Pemeliharaan sarana pelabuhan, yakni di Tuban
dan muara Kali Mas.
ᴥ Penggunaan mata uang gobog sebagai
alat pertukaran dalam perdagangan.
E.
Kehidupan
sosial
Kehidupan sosial masa Majapahit aman,
damai, dan tenteram. Dalam kitab Negarakrtagama disebutkan
bahwa Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling ke daerah-daerah untuk mengetahui
sejauh mana kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Perlindungan terhadap
rakyat sangat diperhatikan. Demikian juga peradilan, dilaksanakan secara
ketat; siapa yang bersalah dihukum tanpa pandang bulu.
Dalam kondisi kehidupan yang aman dan teratur maka suatu masyarakat akan mampu menghasilkan karya-karya budaya yang bermutu tinggi.
Dalam kondisi kehidupan yang aman dan teratur maka suatu masyarakat akan mampu menghasilkan karya-karya budaya yang bermutu tinggi.
F.
Agama
kebudayaan
Kehidupan
keagaaman masyarakat Majapahit secara umum tidak jauh berbeda dengan masyarakat
Singasari. Sebagian besar masyarakatnya beragama Hindu, namun ada juga yang
beragama Budha. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa dan memegang kekuasaan
tertinggi dalam pemerintahan.
Dalam
menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh dewan persidangan kerajaan atau bhatara
sapta prabu. Dewan penasehat itu terdiri atas para putra dan kerabat raja.
Putra mahkota sebelum menjadi raja diberi daerah kekuasaan sebagai raja muda.
Misalnya, sebelum menjadi raja, Hayam Wuruk diangkat menjadi raja muda yang
berkedudukan da Jiwana.
Kehidupan
secara umum cukup baik sebab pemerintah sangat memperhatikan kepentingan
rakyat. Keamanan terjamin dan hukum dijalankan dengan tidak pandang bulu. Siapa
yang salah harus dihukum.
G.
Keruntuhan
Sejak abad
ke-14 M, Majapahit mengalami kemunduran. Penyebabnya antara lain sebagai
berikut :
ᴥ Sepeningal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, tidak
ada lagi pemimpin yang cakap. Penguasa selanjutnya seperti Wikramawardhana dan
Suhita tidak mampu secara tegas menindak pembangkangan Bhre Wirabhumi dari
Blambangan. Akibatnya, timbul sengketa keluarga berlarut-larut
ᴥ Persengketaan berawal dengan meletusnya
perang saudara yang disebut Perang Paregreg yang berlangsung selama 5
tahun. Walaupun akhirnya dimenangkan oleh Majapahit, persengketaan keluarga
tidak kunjung selesai. Setelah Suhita wafat, tahta Majapahit direbut oleh
adiknya, Bhre Tumapel. Kemudian, ibu kota Majapahitterpaksa dipindahkan ke Kahuripan,
semasa pemerintahan Rajasawardhana.
ᴥ Terjadinya kekosongan kekuasaan, sepeninggal
Rajasawardhana. Akibatnya, Majapahit tidak mampu mengendalikan wilayah bawahan.
ᴥ Munculnya Kerajaan Islam Demak dan Malaka
yang mengambil alih pusat perdagangan di Nusantara.
Peristiwa runtuhnya Majapahit ditandai oleh serangan
pasukan Ranawijaya ke Majapahit yang ketika itu dikuasai oleh Bhre Kertabhumi.
Majapahit dapat direbut. Peristiwa itu diperingati dalam suatu candrasengkala
(semacam kalimat sandi): sirnaila-kertaning-bhumi, yang berarti 1400
saka (1478 M). Berarti, pada tahun itulah Majapahit runtuh.
Sebetulnya, masih ada penguasa di Majapahit sampai ke
abad ke-16 M. Namun, kerajaan ini tidak memiliki pengaruh lagi. Barulah pada
abad ke-16 itu, Majapahit sama sekali hancur oleh serangan pasukan Demak di
bawah pimpinan Adipati Unus.
H.
Peninggalan
sejarah
Berita mengenai Kerajaan Majapahit berasal dari berbagai
sumber sebagai berikut :
ᴥ prasasti
butak, yang memberi informasi keruntuhan Kerajaan Singosari
dan Perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Majapahit.
ᴥ kidung
harsawijaya
ᴥ kitab pararaton, yang memberi informasi
riwayat raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan Singosari dan Majapahit.
ᴥ kitab negarakertagama, yang memberi informasi
riwayat raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan
Singosari dan Majapahit.
ᴥ kitab sutasoma
ᴥ kitab sundayana
ᴥ kitab ranggalawe
ᴥ kitab sorandaka
ᴥ kitab usaha jawa, menjelaskan tentang penaklukan pulau Bali oleh Gajah Mada
dan Arya Damar.
ᴥ buku
ying yai,
menceritakan tentang keadaan masyarakat dan kota
majapahit tahun 1418
ᴥ masa
dinasty ming, menceritakan
tentang stuktur dan filsafat majapahit pada tahun 1368-1643
ᴥ berita
portugis (1518), yang
menceritakan tentang budaya majapahit.
ᴥ Candi
Wringin Lawang, Berupa
bangunan gapura agung dari bahan bata merah dengan luas dasar 13 x 11 meter dan
tinggi 15,5 meter dengan arsitektur candi bentar atau “candi terbelah” yang
sampai sekarang sering diaplikasikan dalam gaya arsitektur Bali. Fungsi utama
bangunan ini diduga adalah sebagai pintu gerbang menuju kawasan utama di
ibukota kerajaan Majapahit. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena terlihat
dari jalan utama Surabaya-Solo, tepatnya di daerah Brangkal, sebelum memasuki
wilayah Trowulan.
ᴥ Candi
Brahu, Berlokasi di kawasan Bejijong, Trowulan yang sekarang merupakan sentra
pengrajin Kuningan dan Patung Batu. Candi Brahu adalah bangunan suci
peribadatan yang dipergunakan untuk memuliakan anggota keluarga kerajaan yang
telah wafat. Konon 4 raja pertama kerajaan Majapahit yang wafat
diperabukan/dikremasi di kompleks bangunan candi Brahu.
ᴥ Candi Gentong, Candi ini masih
dalam tahap restorasi, sehingga wujudnya masih berupa reruntuhan bangunan yang
belum bisa dinikmati dengan nyaman. Lokasinya sendiri berdekatan dengan candi
Brahu.
ᴥ Candi Tikus, Adalah kolam pemandian ritual
(petirtaan) yang berbentuk bangunan kolam bujur sangkar berukuran 22,5 meter x
22,5 meter dengan arsitektur teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara
yang ditata dalam susunan konsentris yang menjadi titik tertinggi bangunan ini.
Pada sisi utara terdapat sebuah tangga menuju dasar bangunan kolam. Struktur
utama yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan mengambil bentuk gunung
legendaris Mahameru. Konon dulunya kolam ini dipergunakan sebagai tempat
pemandian putri raja-raja Majapahit. Nama Candi Tikus sendiri diambil lantaran
dulunya lokasi ini menjadi sarang tikus yang sering menjadi gangguan hama bagi
sawah milik penduduk
ᴥ Candi Bajang Ratu
Lokasi Candi Bajang Ratu berdekatan dengan Candi Tikus, berupa bangunan ramping nan anggun dengan arsitektur gapura paduraksa setinggi 16,5 meter. Pada bagian atap terdapat aksesoris bangunan yang menampilkan ukiran hiasan rumit/detail. Nama Bajang Ratu dalam bahasa jawa berarti “Raja Kecil” dikaitkan masyarakat dengan raja kedua Majapahit yaitu Jayanegara. Konon Jaya negara pernah jatuh saat kecil di tempat ini, sedang yang lain beranggapan karena Raja Jayanegara naik tahta dalam usia sangat muda. Sejarawan sendiri mengkaitkan bangunan Candi Bajang Ratu sebagai penghormatan bagi Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 M.
Lokasi Candi Bajang Ratu berdekatan dengan Candi Tikus, berupa bangunan ramping nan anggun dengan arsitektur gapura paduraksa setinggi 16,5 meter. Pada bagian atap terdapat aksesoris bangunan yang menampilkan ukiran hiasan rumit/detail. Nama Bajang Ratu dalam bahasa jawa berarti “Raja Kecil” dikaitkan masyarakat dengan raja kedua Majapahit yaitu Jayanegara. Konon Jaya negara pernah jatuh saat kecil di tempat ini, sedang yang lain beranggapan karena Raja Jayanegara naik tahta dalam usia sangat muda. Sejarawan sendiri mengkaitkan bangunan Candi Bajang Ratu sebagai penghormatan bagi Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 M.
ᴥ Candi Kedaton, Candi Kedaton masih dalam tahap
restorasi hingga kini, karena wujudnya masih berupa misteri yang sulit
dipecahkan. Pada komplek candi ini terdapat beberapa bangunan berupa candi,
sumur upas, lorong rahasia, mulut gua, dan makam Islam. Para ahli sejarah masih
berupaya menyingkap misteri untuk menemukan bentuk bangunan candi ini. Namun
ada dugaan bahwa daerah Kedaton, dahulu merupakan kompleks ibukota pada
masa-masa Majapahit akhir.
ᴥ Candi Minak Jinggo, Bangunan
yang terletak didekat “kolam segaran” ini hanya tersisa reruntuhnya saja,
memiliki bentuk unik berupa kombinasi bahan andesit dibagian luar dan baru di
bagian dalam. Di Candi ini ditemukan arca unik berwujud ukiran makhluk ajaib
yang didentifikasi sebagai Qillin, makhluk ajaib dalam mitologi China. Adanya
penemuan arca ini menjadi isyarat kuat bahwa terdapat hubungan budaya yang
cukup kuat antara kerajaan Majapahit dengan Dinasti Ming di China. Candi ini
memiliki keterkaitan sangat erat dengan legenda rakyat Danar Wulan dan Menak
Jinggo.
ᴥ Candi Grinting, Candi yang berlokasi di dusun
Grinting, desa karang jeruk kecamatan Jatirejo ini belum banyak diketahui umum.
Informasi yang diperoleh tentang wujud bangunan candi juga belum banyak, selain
sisa pondasi bangunan yang ditemukan oleh pembuat batu bata.
ᴥ Kolam Segaran, Adalah bangunan monumental berupa kolam besar dari batu bata, berbentuk
persegi panjang dengan ukuran 800 x 500 meter persegi. Kedalaman Kolam Segaran
sekitar 3 meter dengan tebal dinding 1,6 meter. Nama Segaran berasal dari
bahasa Jawa 'segara' yang berarti 'laut', mungkin masyarakat setempat
mengibaratkan kolam besar ini sebagai miniatur laut. Diduga fungsi kolam ini
adalah sebagai reservoir air bagi pemukiman penduduk kerajaan Majapahit yang
padat, atau sebagai tempat latihan renang bagi prajurit kerajaan. Dugaan lain
adalah sebagai tempat hiburan menjamu tamu-tamu kerajaan, dimana mereka dijamu
di tepi kolam dengan perlengkapan makan dari emas dan perak, lalu sesuai acara
perjamuan peralatan nan mahal ini dilemparkan ke tengah-tengah kolam untuk
menunjukkan betapa makmurnya kerajaan Majapahit.
ᴥ Situs Lantai Segi Enam, Situs berupa
sisa-sisa bangunan rumah ini memiliki keunikan tersendiri lantaran ditemukannya
hamparan lantai kuno berupa paving blok berbentuk segi enam dari bahan tanah
liat bakar yang dibuat halus, berukuran 34 x 29 x 6.5 cm. Pada situs kita bisa
melihat sisa lantai, sisa dinding dan beberapa perabot dari bahan tembikar
seperti gentong dan pot tanah liat. Diduga dulu situs yang terletak 500 m
selatan Pendopo Agung ini merupakan bagian dari kompleks bangunan kerajaan,
atau mungkin pula bangunan milik bangsawan kerajaan Majapahit.
ᴥ Alun-Alun Watu Umpak
Situs ini terletak hanya sekitar 100 meter dari situs candi Kedaton, berupa kumpulan batu-batu umpak besar yang tersusun rapi. Diduga situs ini adalah bekas bangunan kerajaan Majapahit yang berkaitan pula dengan situs candi Kedaton.
Situs ini terletak hanya sekitar 100 meter dari situs candi Kedaton, berupa kumpulan batu-batu umpak besar yang tersusun rapi. Diduga situs ini adalah bekas bangunan kerajaan Majapahit yang berkaitan pula dengan situs candi Kedaton.
ᴥ Makam
Putri Campa
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno di dekat Candi Menak Jinggo dengan fokus berupa makam putri Campa, yang konon adalah selir atau istri raja Majapahit periode akhir. Dari bentuk makam diperkirakan Putri Campa yang wafat tahun 1448 M menganut agama Islam, dan konon berhasil mengajak raja Majapahit terakhir untuk memeluk agama Islam. Seperti diketahui bahwa Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang notabene kerajaan Islam pertama di Jawa, adalah termasuk putra dari raja Brawijaya, raja Majapahit pada periode akhir.
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno di dekat Candi Menak Jinggo dengan fokus berupa makam putri Campa, yang konon adalah selir atau istri raja Majapahit periode akhir. Dari bentuk makam diperkirakan Putri Campa yang wafat tahun 1448 M menganut agama Islam, dan konon berhasil mengajak raja Majapahit terakhir untuk memeluk agama Islam. Seperti diketahui bahwa Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang notabene kerajaan Islam pertama di Jawa, adalah termasuk putra dari raja Brawijaya, raja Majapahit pada periode akhir.
ᴥ Makam Troloyo
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno, dimana kebanyakan batu nisan disana berangka tahun 1350 dan 1478. Makam Troloyo membuktikan bahwa komunitas muslim bukan hanya telah ada di pulau Jawa pada pertengahan abad ke-14, tapi juga sebagai bukti bahwa agama Islam telah diakui dan dianut oleh sebagian kecil penduduk ibu kota Majapahit
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno, dimana kebanyakan batu nisan disana berangka tahun 1350 dan 1478. Makam Troloyo membuktikan bahwa komunitas muslim bukan hanya telah ada di pulau Jawa pada pertengahan abad ke-14, tapi juga sebagai bukti bahwa agama Islam telah diakui dan dianut oleh sebagian kecil penduduk ibu kota Majapahit
ᴥ Siti Inggil
Siti Inggil atau yang artinya Tanah Tinggi atau mungkin dikonotasikan dengan Tanah yang di-Agungkan terletak di dekat lokasi Candi Brahu. Konon Siti Inggil dulunya berupa punden yang pernah menjadi tempat pertapaan Raden Wijaya. Di lokasi ini terdapat situs berupa 2 buah makam yaitu makam Sapu Angin dan Sapu Jagat yang dikeramatkan oleh penduduk dan banyak dikunjungi oleh peziarah terutama saat malam Jumat.
Siti Inggil atau yang artinya Tanah Tinggi atau mungkin dikonotasikan dengan Tanah yang di-Agungkan terletak di dekat lokasi Candi Brahu. Konon Siti Inggil dulunya berupa punden yang pernah menjadi tempat pertapaan Raden Wijaya. Di lokasi ini terdapat situs berupa 2 buah makam yaitu makam Sapu Angin dan Sapu Jagat yang dikeramatkan oleh penduduk dan banyak dikunjungi oleh peziarah terutama saat malam Jumat.
ᴥ Candi Joltundo
Candi ini
terletak di lereng Gunung Bekal, salah satu puncak dari pegunungan
Penanggungan. Tepatnya di Desa Seloliman Kecamatan Trawas. Bangunannya terbuat
dari batu kali dengan ukuran panjang 16,85 m lebar 13,52 m tinggi
5,20 m. Menurut data sejarah candi ini menunjukkan
angka tahun 977 M,
dan di sebelah kiri dinding belakang candi terdapat tulisan GEMPENG,disamping itu di
sebelah sudut tenggara juga ada tulisannya.
ᴥ Reco Lanang
Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini
merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya
yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya
beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani
Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di
langit. Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas
mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan
kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan
dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai
rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di wilayah Trowulan sekarang
sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan
Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang
memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.
Lokasi : Desa Kemloko Kecamatan Trawas 40 km dari Kota Mojokerto.
Lokasi : Desa Kemloko Kecamatan Trawas 40 km dari Kota Mojokerto.
Bab III
Penutup
A.
Kesimpulan
Dalam
sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang
pernah berdiri dari sekitar
tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan Majapahit Didirikan tahun
1293 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang
merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu.
Raja-raja yang memerintah di Majapahit merupakan keturunan dari raja-raja Singhasari, dengan raja pertamanya bernama Raden Wijaya.
Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.
Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.
Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Di kerajaan Majapahit menganut agama yang berdeda, yaitu Hindu, Buddha, dan Syiwa-Buddha.
Perekonomian Majapahit bertumpu pada sektor pertanian yang menghasilkan beras, kelapa, lada, pala, dan cengkih. Selain pertanian, Majapahit mengumbangkan pula perdagangan.
Kemajuan kebudayaan di Kerajaaan Majapahit meliputi seni bangunan, seni patung dan karya sastra.
Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu.
Raja-raja yang memerintah di Majapahit merupakan keturunan dari raja-raja Singhasari, dengan raja pertamanya bernama Raden Wijaya.
Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.
Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.
Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
Di kerajaan Majapahit menganut agama yang berdeda, yaitu Hindu, Buddha, dan Syiwa-Buddha.
Perekonomian Majapahit bertumpu pada sektor pertanian yang menghasilkan beras, kelapa, lada, pala, dan cengkih. Selain pertanian, Majapahit mengumbangkan pula perdagangan.
Kemajuan kebudayaan di Kerajaaan Majapahit meliputi seni bangunan, seni patung dan karya sastra.
B.
Kritik dan Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau
referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Kami banyak berharap para pendengar dan pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
Kami banyak berharap para pendengar dan pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.







0 comments:
Post a Comment