Monday, December 8, 2014

Makalah Kerajaan Majapahit

Power Point Kerajaan Majapahit


MAKALAH SEJARAH WAJIB
“Kerajaan Majapahit”


Kata Pengantar

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang mana atas berkat rahmat dan karunia-Nya saya telah di bimbing dalam menuntaskan penulisan “MAKALAH  KERAJAAN MAJAPAHIT”  yang penulis susun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Wajib. Tak lupa shalawat dan salam semoga tetap tercurah pada Nabi akhir zaman Muhammad SAW, kepada keluarga, para sahabat dan seluruh umatnya.
Penulis mengakui dalam makalah yang sederhana ini mungkin banyak sekali terjadi kekurangan sehingga hasilnya jauh dari nama kesempurnaan. Penulis sangat berharap kepada semua pihak untuk kiranya memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun.
Besar harapan penulis dengan terselesaikannya makalah ini dapat menjadi bahan tambahan bagi penilaian guru bidang studi Sejarah Wajib dan mudah-mudahan isi dari makalah penulis ini dapat di ambil manfaatnya oleh semua pihak yang membaca makalah ini. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan makalah ini sehingga makalah ini terselesaikan.
“Tidak ada gading yang tak retak”, dengan ini penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya karena masih begitu banyak kekurangan disana-sini dalam penyusunan makalah ini.
Terima Kasih

Jombang, 15 Nopember 2014

Penulis



Bab I
Pendahuluan

A.                Latar Belakang
Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang berpusat di Jawa Timur danpernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M oleh Raden wijaya, tepatnya di daerah Trowulan yang sekarang menjadi mojokerto. Berdirinya kerajaan majapahit merupakan kelanjutan dari kerajaan singosari yang runtuh akibat serangan dari bangsa Mongol.  Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kekuasaan Hayam Wuruk yg berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lain di semenanjung Malaya Borneo Sumatra Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yg menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu karajaan terbesar di Indonesia dan mampu menciptakan perubahan besar dalam waktu relatif singkat. Kekuasaan terbentang di Sumatra Semenanjung Malaya Borneo hingga Indonesia timur meskipun wilayah kekuasaan masih diperdebatkan.

B.                 Rumusan Masalah
Menimbulkan pertanyaan diantaranya :
1.      Dimana letak Kerajaan Majapahit ?
2.      Bagaimana sistem pemerintahannya ?
3.      Siapa saja pemimpin kerajaannya ?
4.      Bagaimana dengan bidang politik Majapahit ?
5.      Apa makna Sumpah Palapa ?
6.      Bagaimana aspek ekonomi Majapahit ?
7.      Apa yang melatar belakangi kejayaan Kerajaan Majapahit ?
8.      Bagaimana aspek sosial Majapahit ?
9.      Mengapa rakyat dapat hidup tentram dan damai ?
10.  Bagaimana aspek agama dan kebudayaan Majapahit ?
11.  Apa penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit ?

C.                 Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah :
1.      Memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sejarah Wajib
2.      Mengetahui hal-hal mengenai Kerajaan Majapahit

D.                Metode Penulisan
Metode penulisan yang dipergunakan dalam pembuatan makalah ini adalah dengan melakukan browsing atau mencari dari internet.



Bab II
Pembahasan

A.                Letak Kerajaan Majapahit
Disebelah selatan Sungai Brantas dan berpusat di Mojokerto, Kecamatan Trowulan ini Majapahit berdiri dengan megahnya. Kerajaan Majapahit sering disebut juga kerajaan nasional kedua di Nusantara setelah Sriwijaya.

B.                 Sistem pemerintahan
1.      Raden Wijaya(1293 M-1309 M)
Setelah menjadi raja, Raden Wijaya bergelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Ia memerintah lebih kurang selama 16 tahun. Untuk memperkuat kedudukannya, ia memperistri keempat putri Kertanegara. Melalui pernikahan itu, Raden Wijaya menegaskan bahwa tahta Majapahit merupakan kelanjutan Kerajaan Singasari. Dengan demikian, wilayah kekuasaan Singasari menjadi wilayah kekuasaan Majapahit.
Masa pemerintahan Raden Wijaya  diisi dengan berbagai pergolakan, berupa kemelut politik dan pemberontakan yang dilakukan teman seperjuangannya dulu, yakni Ranggalawe, Sora, dan Nambi. Mereka tidak puas terhadap jabatan yang diberikan raja kepada mereka. Pemberontakan dimulai oleh Ranggalawe kemudian disusul oleh Sora. Meskipun dapat diatasi, kemelut politik tidak kunjung berhenti sampai Raden Wijaya wafat.

2.      Kala Gemet(1309 M-1328 M)
Pengganti kertarajasa bergelar Sri Jayanegara ini memerintah selama lebih kurang 19 tahun. Kemelut politik yang terjadi sejak pemerintahan ayahnya terus berlanjut. Sebagian besar pemberontakan muncul dari kalangan dharmaputra, pejabat kerajaan yang seharusnya berkewajiban mempertahankan keutuhan Majapahit. Secara berturut-turut meletus pemberontakan Juru Demung, Gajah Biru, Nambi, Semi, dan Kuti.
Diantara pemberontakan itu, pemberontakan Kuti nyaris mengulang tragedi Singasari. Istana Majapahit dapat diduduki sehingga Jayanegara terpaksa menyingkir ke Desa Bedander. Dalam kemelut itu, tampil seorang bekel bhayangkari (kepala pasukan pengawal raja) bernama Gajah Mada untuk memadamkan pemberontakan Kuti. Sejak saat itu, karir Gajah Mada terus meningkat
Masa pemerintahan Jayanegara berakhir tragis. Ia tewas terbunuh oleh Tanca, salah seorang dharmaputra. Meskipun demikian, tahta Kerajaan Majapahit dapat diselamatkan.

3.      Tribhuwanottunggadewi(1328 M-1350 M)
Karena Jayanegara tidak meninggalkan putra, hak tahta Kerajaan Majapahit berada pada permaisuri Raden Wijaya. Yang masih hidup bernama Gayatri. Namun karena sudah menjadi pertapa, tahta kerajaan diwakili putrinya Tribhuwanottunggadewi. Ia memerintah hingga Gayatri meninggal. Setelah itu, tahta harus diserahkan kepada putra Tribhuwanottunggadewi yang memerintah selama kurang lebih 22 tahun. Kemelut politik masih muncul, antara lain pemberontakan Sadeng, namun berhasil dipatahkan oleh Gajah Mada yang telah menjadi Patih Daha.
Atas usul Patih Amang, Gajah Mada dilantik menjadi Patih Amangkubhumi, jabatan tertinggi sesudah raja. Saat pelantikannya, Gajah Mada mengcapkan Sumpah Palapa yang bertekad untuk tidak berhenti beristirahat sampai Nusantara dipersatukan di bawa panji Majapahit.
Menjelang akhir pemerintahan Tribhuwanottunggadewi, keadaan Majapahit aman dan sejahtera. Bahkan, kerajaan ini sudah mulai menanamkan pengaruhnyadi luar Pulau Jawa. Setelah Gayatri wafat, Tribhuwanottunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada putranya Hayam Wuruk.

4.      Hayam Wuruk(1350 M-1389 M)
Hayam Wuruk naik tahta dengan bergelar Sri Rajasanegara. Ia memerintah Majapahit seama 39 tahun. Ketika itu, jabatan patih amangkubhumi tetap dipegang Gajah Mada. Keduanya menjadi dwitubggal yang membawa Majapahit menuju puncak kebesaran, persatuan Nusantara selangkah demi selangkahdapat diwujudkan. Akan tetapi, keberhasilan itu sempat dinodai oleh Peristiwa Bubat yang menyebabkan tewasnya putri dan raja Pajajaran yang sempat meretakkan hubungan raja dan patih amangkubhumi. Gajah Mada sempat mengundurkan diri setelah peristiwa itu. Namun, kemudian ia aktif lagi dalam pemerintahan.
Akhir kejayaan Majapahit diawali dengan wafatnya patih amangkubhumi pada tahun 1364 M. Tidak ada lagi tokoh Majapahit setangguh Gajah Mada. Selama 3 tahun, jabatan amangkubhumi lowong. Barulah kemudian Gajah Enggon diangkat menduduki jabatan tersebut.
Majapahit semakin suran dengan wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389 M. Selanjutnya, kerajaan itu kembali diisi oleh kemelut politik berupa pemberontakan dan perang saudara.
5.      Mikramawardhana (1389 M-1429 M)
6.      Suhita (1429 M-1447 M)
7.      Kertawijaya (1447 M-1451 M)
8.      Rajasarwardhana (1451 M-1453 M)
9.      Pyrwasisesa atau Girishawardhana (1456 M-1466 M)
10.  Bhre Pandansalas atau Suraprabhawa (1466 M-1468 M)
11.  Bhre Kertabumi (1468 M-1478 M)
12.  Girindrawardhana (1478 M-1498 M)
13.  Patih Udara (1498 M-1518 M)

C.                 Poltik
Awal Kerajaan Majapahit tidak jauh berbeda dengan keraajaan pendahulunya, Singasari. Salah satu usaha Raden Wijaya mengatasi kemelut politik adalah melakukan perkawinan politis dengan keempat putri Kertanegara. Keempat putri itu melambangkan wilayah jajahan Singasari, yakni Bali, Madura, Sumatra, dan Kalimantan. Berarti, perkawinan tersebut merupakan pembenaran Majapahit atas wilayah kekuasaan Singasari.
Setelah beberapa kali mengalami pemberontakan, stabilitas politik lambat laun pulih di bawah pemerintahan Tribhuwanottunggadewi. Kuatnya wibawa pemerintah tidak lepas dari peran Gajah Mada, yang dalam waktu relatif singkat mampu menduduki posisi paling strategis, yakni patih amangkubhumi. Bahkan, semasa kejayaan Majapahit, Gajah Mada lebih banyak menentukan roda kebijakan pemerintah.
Terlontarnya Sumpah Palapa oleh Gajah Mada tiada lain merupakan politik luar negeri Majapahit yang menitikberatkan pada ekspansi. Politik tersebut dijalankan dengan konsisten. Didukung oleh kekuatan militer dan keunggulan diplomasi, Majapahit dapat meluaskan pengaruh hampir ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah Majapahit memperluas pengaruh bukannya tanpa kelemahan.

D.                Ekonomi
Majapahit merupakan kerajaan agraris dan juga sebagai kerajaan maritim. Kedudukan sebagai kerajaan agraris tampak dari letaknya di pedalaman dan dekat aliran sungai. Kedudukan sebagai kerajaan maritim tampak dari kesanggupan angkatan laut kerajaan itu menanamkan pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara. Dengan demikian, kehidupan ekonoma Kerajaan Majapahit menitikberatkan pada bidang pertaniandan pelayaran perdagangan. Keduanya saling menunjang dan melengkapi.



Perkembangannya ditentukan oleh faktor berikut :
ᴥ    Dataran rendah di Pulau Jawa sangat cocok sebagai lahan persawahan. Menyadari kondisi itu, pimpinan Majapahit menjadikan penghasilan beras sebagai prioritas utama.
ᴥ    Sejumlah pelabuhan di pantai utara Pulau Jawa merupakan tempat yang strategis di tengah jalur perdagangan menuju Kepulauan Maluku, penghasil rempah-rempah. Menyadari kondisi itu, pemerintah Majapahit menjadikan pelabuhan-pelabuhan itu sebagai bandar transit rempah-rempah dan komoditas unggul lainnya.
ᴥ    Perbaikan dan pemeliharaan tanggul sepanjang sungai untuk mencegah banjir yang dapat merugikan para petani.
ᴥ    Pengaturan pemanfaatan lahan untuk sawah atau ladang agar lahan tetap subur.
Upaya-upaya dalam memajukan perdagangan :
ᴥ    Perbaikan jalan dan jembatan sehingga lalu lintas lancar dan perdagangan bertambah ramai
ᴥ    Pemeliharaan sarana pelabuhan, yakni di Tuban dan muara Kali Mas.
ᴥ    Penggunaan mata uang gobog sebagai alat pertukaran dalam perdagangan.

E.                 Kehidupan sosial
Kehidupan sosial masa Majapahit aman, damai, dan tenteram. Dalam kitab Negarakrtagama disebutkan bahwa Hayam Wuruk melakukan perjalanan keliling ke daerah-daerah untuk mengetahui sejauh mana kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Perlindungan terhadap rakyat sangat diperhatikan. Demikian juga peradilan, dilaksanakan secara ketat; siapa yang bersalah dihukum tanpa pandang bulu.
      Dalam kondisi kehidupan yang aman dan teratur maka suatu masyarakat akan mampu menghasilkan karya-karya budaya yang bermutu tinggi.

F.                  Agama kebudayaan
Kehidupan keagaaman masyarakat Majapahit secara umum tidak jauh berbeda dengan masyarakat Singasari. Sebagian besar masyarakatnya beragama Hindu, namun ada juga yang beragama Budha. Raja dianggap sebagai penjelmaan dewa dan memegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan.
Dalam menjalankan pemerintahan, raja dibantu oleh dewan persidangan kerajaan atau bhatara sapta prabu. Dewan penasehat itu terdiri atas para putra dan kerabat raja. Putra mahkota sebelum menjadi raja diberi daerah kekuasaan sebagai raja muda. Misalnya, sebelum menjadi raja, Hayam Wuruk diangkat menjadi raja muda yang berkedudukan da Jiwana.
Kehidupan secara umum cukup baik sebab pemerintah sangat memperhatikan kepentingan rakyat. Keamanan terjamin dan hukum dijalankan dengan tidak pandang bulu. Siapa yang salah harus dihukum.

G.                Keruntuhan
Sejak abad ke-14 M, Majapahit mengalami kemunduran. Penyebabnya antara lain sebagai berikut :
ᴥ    Sepeningal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, tidak ada lagi pemimpin yang cakap. Penguasa selanjutnya seperti Wikramawardhana dan Suhita tidak mampu secara tegas menindak pembangkangan Bhre Wirabhumi dari Blambangan. Akibatnya, timbul sengketa keluarga berlarut-larut
ᴥ    Persengketaan berawal dengan meletusnya perang saudara yang disebut Perang Paregreg yang berlangsung selama 5 tahun. Walaupun akhirnya dimenangkan oleh Majapahit, persengketaan keluarga tidak kunjung selesai. Setelah Suhita wafat, tahta Majapahit direbut oleh adiknya, Bhre Tumapel. Kemudian, ibu kota Majapahitterpaksa dipindahkan ke Kahuripan, semasa pemerintahan Rajasawardhana.
ᴥ    Terjadinya kekosongan kekuasaan, sepeninggal Rajasawardhana. Akibatnya, Majapahit tidak mampu mengendalikan wilayah bawahan.
ᴥ    Munculnya Kerajaan Islam Demak dan Malaka yang mengambil alih pusat perdagangan di Nusantara.
Peristiwa runtuhnya Majapahit ditandai oleh serangan pasukan Ranawijaya ke Majapahit yang ketika itu dikuasai oleh Bhre Kertabhumi. Majapahit dapat direbut. Peristiwa itu diperingati dalam suatu candrasengkala (semacam kalimat sandi): sirnaila-kertaning-bhumi, yang berarti 1400 saka (1478 M). Berarti, pada tahun itulah Majapahit runtuh.
Sebetulnya, masih ada penguasa di Majapahit sampai ke abad ke-16 M. Namun, kerajaan ini tidak memiliki pengaruh lagi. Barulah pada abad ke-16 itu, Majapahit sama sekali hancur oleh serangan pasukan Demak di bawah pimpinan Adipati Unus.

H.                Peninggalan sejarah
Berita mengenai Kerajaan Majapahit berasal dari berbagai sumber sebagai berikut :
ᴥ    prasasti butak, yang memberi informasi keruntuhan Kerajaan Singosari dan Perjuangan Raden Wijaya dalam mendirikan Majapahit.
ᴥ    kidung harsawijaya
ᴥ    kitab pararaton, yang memberi informasi riwayat raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan Singosari dan Majapahit.
ᴥ    kitab negarakertagama, yang memberi informasi riwayat raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan Singosari dan Majapahit.
    kitab sutasoma
    kitab sundayana
    kitab ranggalawe
    kitab sorandaka
    kitab usaha jawa, menjelaskan tentang penaklukan pulau Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar.
    buku ying yai, menceritakan tentang keadaan masyarakat dan kota majapahit tahun 1418
    masa dinasty ming, menceritakan tentang stuktur dan filsafat majapahit pada tahun 1368-1643
    berita portugis (1518), yang menceritakan tentang budaya majapahit.
    Candi Wringin Lawang, Berupa bangunan gapura agung dari bahan bata merah dengan luas dasar 13 x 11 meter dan tinggi 15,5 meter dengan arsitektur candi bentar atau “candi terbelah” yang sampai sekarang sering diaplikasikan dalam gaya arsitektur Bali. Fungsi utama bangunan ini diduga adalah sebagai pintu gerbang menuju kawasan utama di ibukota kerajaan Majapahit. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena terlihat dari jalan utama Surabaya-Solo, tepatnya di daerah Brangkal, sebelum memasuki wilayah Trowulan.
    Candi Brahu, Berlokasi di kawasan Bejijong, Trowulan yang sekarang merupakan sentra pengrajin Kuningan dan Patung Batu. Candi Brahu adalah bangunan suci peribadatan yang dipergunakan untuk memuliakan anggota keluarga kerajaan yang telah wafat. Konon 4 raja pertama kerajaan Majapahit yang wafat diperabukan/dikremasi di kompleks bangunan candi Brahu.
   Candi Gentong, Candi ini masih dalam tahap restorasi, sehingga wujudnya masih berupa reruntuhan bangunan yang belum bisa dinikmati dengan nyaman. Lokasinya sendiri berdekatan dengan candi Brahu.
   Candi Tikus, Adalah kolam pemandian ritual (petirtaan) yang berbentuk bangunan kolam bujur sangkar berukuran 22,5 meter x 22,5 meter dengan arsitektur teras-teras persegi yang dimahkotai menara-menara yang ditata dalam susunan konsentris yang menjadi titik tertinggi bangunan ini. Pada sisi utara terdapat sebuah tangga menuju dasar bangunan kolam. Struktur utama yang menonjol dari dinding selatan diperkirakan mengambil bentuk gunung legendaris Mahameru. Konon dulunya kolam ini dipergunakan sebagai tempat pemandian putri raja-raja Majapahit. Nama Candi Tikus sendiri diambil lantaran dulunya lokasi ini menjadi sarang tikus yang sering menjadi gangguan hama bagi sawah milik penduduk



   Candi Bajang Ratu
Lokasi Candi Bajang Ratu berdekatan dengan Candi Tikus, berupa bangunan ramping nan anggun dengan arsitektur gapura paduraksa setinggi 16,5 meter. Pada bagian atap terdapat aksesoris bangunan yang menampilkan ukiran hiasan rumit/detail. Nama Bajang Ratu dalam bahasa jawa berarti “Raja Kecil” dikaitkan masyarakat dengan raja kedua Majapahit yaitu Jayanegara. Konon Jaya negara pernah jatuh saat kecil di tempat ini, sedang yang lain beranggapan karena Raja Jayanegara naik tahta dalam usia sangat muda. Sejarawan sendiri mengkaitkan bangunan Candi Bajang Ratu sebagai penghormatan bagi Raja Jayanegara yang wafat tahun 1328 M.
   Candi Kedaton, Candi Kedaton masih dalam tahap restorasi hingga kini, karena wujudnya masih berupa misteri yang sulit dipecahkan. Pada komplek candi ini terdapat beberapa bangunan berupa candi, sumur upas, lorong rahasia, mulut gua, dan makam Islam. Para ahli sejarah masih berupaya menyingkap misteri untuk menemukan bentuk bangunan candi ini. Namun ada dugaan bahwa daerah Kedaton, dahulu merupakan kompleks ibukota pada masa-masa Majapahit akhir.
   Candi Minak Jinggo, Bangunan yang terletak didekat “kolam segaran” ini hanya tersisa reruntuhnya saja, memiliki bentuk unik berupa kombinasi bahan andesit dibagian luar dan baru di bagian dalam. Di Candi ini ditemukan arca unik berwujud ukiran makhluk ajaib yang didentifikasi sebagai Qillin, makhluk ajaib dalam mitologi China. Adanya penemuan arca ini menjadi isyarat kuat bahwa terdapat hubungan budaya yang cukup kuat antara kerajaan Majapahit dengan Dinasti Ming di China. Candi ini memiliki keterkaitan sangat erat dengan legenda rakyat Danar Wulan dan Menak Jinggo.
   Candi Grinting, Candi yang berlokasi di dusun Grinting, desa karang jeruk kecamatan Jatirejo ini belum banyak diketahui umum. Informasi yang diperoleh tentang wujud bangunan candi juga belum banyak, selain sisa pondasi bangunan yang ditemukan oleh pembuat batu bata.
   Kolam Segaran, Adalah bangunan monumental berupa kolam besar dari batu bata, berbentuk persegi panjang dengan ukuran 800 x 500 meter persegi. Kedalaman Kolam Segaran sekitar 3 meter dengan tebal dinding 1,6 meter. Nama Segaran berasal dari bahasa Jawa 'segara' yang berarti 'laut', mungkin masyarakat setempat mengibaratkan kolam besar ini sebagai miniatur laut. Diduga fungsi kolam ini adalah sebagai reservoir air bagi pemukiman penduduk kerajaan Majapahit yang padat, atau sebagai tempat latihan renang bagi prajurit kerajaan. Dugaan lain adalah sebagai tempat hiburan menjamu tamu-tamu kerajaan, dimana mereka dijamu di tepi kolam dengan perlengkapan makan dari emas dan perak, lalu sesuai acara perjamuan peralatan nan mahal ini dilemparkan ke tengah-tengah kolam untuk menunjukkan betapa makmurnya kerajaan Majapahit.
   Situs Lantai Segi Enam, Situs berupa sisa-sisa bangunan rumah ini memiliki keunikan tersendiri lantaran ditemukannya hamparan lantai kuno berupa paving blok berbentuk segi enam dari bahan tanah liat bakar yang dibuat halus, berukuran 34 x 29 x 6.5 cm. Pada situs kita bisa melihat sisa lantai, sisa dinding dan beberapa perabot dari bahan tembikar seperti gentong dan pot tanah liat. Diduga dulu situs yang terletak 500 m selatan Pendopo Agung ini merupakan bagian dari kompleks bangunan kerajaan, atau mungkin pula bangunan milik bangsawan kerajaan Majapahit.
   Alun-Alun Watu Umpak
Situs ini terletak hanya sekitar 100 meter dari situs candi Kedaton, berupa kumpulan batu-batu umpak besar yang tersusun rapi. Diduga situs ini adalah bekas bangunan kerajaan Majapahit yang berkaitan pula dengan situs candi Kedaton.
   Makam Putri Campa
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno di dekat Candi Menak Jinggo dengan fokus berupa makam putri Campa, yang konon adalah selir atau istri raja Majapahit periode akhir.
Dari bentuk makam diperkirakan Putri Campa yang wafat tahun 1448 M menganut agama Islam, dan konon berhasil mengajak raja Majapahit terakhir untuk memeluk agama Islam. Seperti diketahui bahwa Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang notabene kerajaan Islam pertama di Jawa, adalah termasuk putra dari raja Brawijaya, raja Majapahit pada periode akhir.
   Makam Troloyo
Merupakan kompleks pemakaman Islam kuno, dimana kebanyakan batu nisan disana berangka tahun 1350 dan 1478. Makam Troloyo membuktikan bahwa komunitas muslim bukan hanya telah ada di pulau Jawa pada pertengahan abad ke-14, tapi juga sebagai bukti bahwa agama Islam telah diakui dan dianut oleh sebagian kecil penduduk ibu kota Majapahit
   Siti Inggil
Siti Inggil atau yang artinya Tanah Tinggi atau mungkin dikonotasikan dengan Tanah yang di-Agungkan terletak di dekat lokasi Candi Brahu. Konon Siti Inggil dulunya berupa punden yang pernah menjadi tempat pertapaan Raden Wijaya. Di lokasi ini terdapat situs berupa 2 buah makam yaitu makam Sapu Angin dan Sapu Jagat yang dikeramatkan oleh penduduk dan banyak dikunjungi oleh peziarah terutama saat malam Jumat.
   Candi Joltundo
Candi ini terletak di lereng Gunung Bekal, salah satu puncak dari pegunungan Penanggungan. Tepatnya di Desa Seloliman Kecamatan Trawas. Bangunannya terbuat dari batu kali dengan ukuran panjang 16,85 m lebar 13,52 m tinggi 5,20 m. Menurut data sejarah candi ini menunjukkan angka tahun 977 M, dan di sebelah kiri dinding belakang candi terdapat tulisan GEMPENG,disamping itu di sebelah sudut tenggara juga ada tulisannya.
   Reco Lanang
Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit. Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.
Lokasi : Desa Kemloko Kecamatan Trawas 40 km dari Kota Mojokerto.



Bab III
Penutup

A.      Kesimpulan
Dalam sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri dari sekitar  tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan Majapahit Didirikan tahun 1293 oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardana yang merupakan keturunan Ken Arok raja Singosari.
Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu.
            Raja-raja yang memerintah di Majapahit merupakan keturunan dari raja-raja Singhasari, dengan raja pertamanya bernama Raden Wijaya.
            Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah.
            Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit memasuki masa kemunduran akibat konflik perebutan takhta.
            Majapahit memiliki struktur pemerintahan dan susunan birokrasi yang teratur pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.
            Di kerajaan Majapahit  menganut agama yang berdeda, yaitu Hindu, Buddha, dan Syiwa-Buddha.
            Perekonomian Majapahit bertumpu pada sektor pertanian yang menghasilkan beras, kelapa, lada, pala, dan cengkih. Selain pertanian, Majapahit mengumbangkan pula perdagangan.
            Kemajuan kebudayaan di Kerajaaan Majapahit meliputi seni bangunan, seni patung dan karya sastra.

B.      Kritik dan Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
            Kami banyak berharap para pendengar dan pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya.
            Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.




0 comments:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com